Thursday, December 01, 2011

Sunday, December 26, 2010

Bye Bye Blogspot :)

I'm officially closing this blog :)
And currently in process of making a new one.
Updates on Facebook and Twitter. :)

Tuesday, August 31, 2010

Narcism, Yes?


Tidak Semua yang Kamu Lihat Itu Benar Adanya

Ada beberapa hal yang nggak bisa gue omongin langsung ke kalian semua, dan gue rasa lebih baik gue tulis di sini. Beberapa hal yang mengganjal dan gue nggak tau dan nggak ngerti gimana cara menyampaikannya dengan baik secara verbal.

Beberapa hari yang lalu seseorang mengatakan begini kepada gue: "Thia, saya kira kamu nggak pernah merasakan rasanya jadi 'rakyat jelata'."

Jujur rasanya kayak kesetrum waktu ada yang bilang kayak gitu. Maksudnya 'rakyat jelata' di sini itu apa ya? Kalau definisi 'rakyat jelata' di sini adalah orang yang pulang-pergi naik bus atau angkot, suka makan di warung pinggir jalan atau ke mana-mana naik kendaraan umum, maka maaf, pernyataan di atas itu SALAH BESAR.

Gue memang sering diantar-jemput supir ke mana-mana, bahkan ke sekolah sekalipun. Kalaupun gue nggak dijemput, gue bakalan naik taksi atau ojek. Gue melakukan itu semua karena gue disuruh orangtua gue. Yes, gue nggak boleh naik angkot atau bus selama masih bisa naik taksi atau ojek. Kenapa? Lagi-lagi, alasannya rasanya nggak etis gue tulis di sini, atau pun gue beritahukan secara langsung. Tapi untuk diingat aja, sebelum gue diantar-jemput tiap hari begini, gue udah khatam naik-turun angkot selama 15 tahun gue tinggal di Bogor. Gue tau rasanya naik kereta mulai dari ekonomi yang bau kambing sampe yang AC Pakuan karena gue dulu sering naik itu sama bokap waktu kecil. Dan gue masih suka naik bajaj kalo cuma buat ke daerah belakang rumah.

Sebenernya gue ini dipandang kayak gimana sih sama kalian? Apa kalian pikir hidup gue semulus jalan tol dan nggak pernah punya kesulitan? Semuanya tinggal menjentikkan jari dan segala keinginan gue tercapai? Hey, enggak. BlackBerry gue yang hilang aja bahkan nggak diganti sama ortu gue, sebagai bentuk 'hukuman' gue agar lebih bertanggungjawab dengan barang berharga milik sendiri. Uang saku gue ngepas buat seminggu -- itu sebabnya gue selalu menyisihkan beberapa ribu buat di celengan biar ada cadangan. Gue jarang belanja di butik atau retail store yang bermerk -- kalaupun iya, pasti lagi banting sale gila-gilaan. Dan kalau elo mau tahu the real truth, seringkali kalau gue jalan-jalan sama teman-teman, gue harus pakai uang gue sendiri, dari tabungan gue. Kenapa? Bukan karena ortu nggak mau bayar, cuma karena gue anggap itu pengeluaran gue sendiri, jadi harus gue lah yang bayar. Gue belajar untuk tahu diri. Masa gue yang jalan-jalan, ortu masih menanggung semua biayanya?

Semua fasilitas itu memang memudahkan hidup gue -- tapi NGGAK memanjakan gue. Orangtua gue nggak pernah memanjakan anak-anaknya. Baik gue dan kedua adik gue, semuanya diperlakukan sama, dengan kadar uang jajan yang ngepas masing-masing dan kita selalu disuruh untuk bekerja keras dan usaha dalam mencapai sesuatu. Nasihat bokap gue yang paling gue ingat: "Kamu bersyukur sekarang hidup lebih dari cukup, banyak fasilitas, tapi kamu harus tetap dan harus bisa belajar hidup yang sesungguhnya."

Harus gue akui, dari berbagai sisi gue memang terlihat lebih nyaman. Gue menyadari dan mensyukuri hal itu. Tapi untuk men-judge gue seolah-olah gue ini hidup sebagai 'putri' yang selalu dituruti dan dilayani kemauannya, rasanya nggak adil juga. Percaya deh, untuk ini semua, ada harga yang harus dibayar. Dan itu mahal. Dan lagi-lagi, gue nggak bisa ngasih tahu kalian semua.

Kadang-kadang pengen teriak tiap kali ada orang yang menyinggung gue tentang hal-hal begini. Ingin rasanya gue jelaskan semuanya, hidup gue yang real life di balik semua yang di-judge beberapa orang kepada gue. Tapi sekali lagi, kalau dipikir pake logika, rasanya nggak etis. Satu-satunya yang bisa gue lakukan adalah ngejelasin ini semua, lewat post ini. Maaf kalau jadi curhat panjang-lebar begini, tapi really... nothing is as it seems. Trust me.

Regards.

#4: Bad Habit You Wish You Didn't Have

Berbicara dengan volume suara yang toa.
Ribut dan polusi suara, lagipula bikin tenggorokan capek. Tapi entah kenapa di pita suara gue nampaknya udah tersetel volume maksimum, terutama kalo gue lagi excited.

Tapi sebenernya, bersyukurlah kalo kalian ketemu gue dengan volume suara yang toa dan jaya. Itu artinya gue masih ada energi buat nyalurin emosi, termasuk emosi negatif sekalipun. Kalo gue diem? Well... itu artinya gue lagi sakit, sedih atau malah marah banget. Beware aja, karena gue punya reputasi yang cukup... err, parah sebagai salah satu manusia penghancur mood apabila gue sedang bete. There, itu juga kebiasaan yang harus gue ubah. -.-

Friday, August 20, 2010

Wednesday, August 18, 2010

Rasanya...

...mau nangis. Mau marah. Mau ngegampar elo tiap kali elo ngeledekin gue sama dia.
Sayang ini bulan Ramadhan, nggak boleh marah-marah.

Gue memang dekat sama dia, tapi percayalah, gue dan dia hanya sekedar teman dekat. Tidak lebih dari itu. Jadi tolong stop meledek kami berdua. Awalnya memang terdengar lucu, tapi lama-lama gue juga muak. Gue kesal.

...karena sesungguhnya yang gue suka itu adalah elo.
Dan tiap kali elo usaha ngejodohin gue sama dia, rasanya gue mau mati aja (oke ini lebay -- tapi yang jelas rasanya nyesek banget). Gimana rasanya kalo orang yang lo suka, malah mendukung elo sama orang lain?

Rasanya gue mau ngelempar sepatu pantofel paskibra gue (yang haknya 3 cm itu) langsung ke jidat lo. Rasanya mau nyiram muka lo pake air es. Rasanya mau nampar lo sampe di pipi lo ada bekas merah cetakan tangan gue.

Rasanya... mau teriak: "Yang gue suka itu elo, tolol!"
:'((

PS: Seharusnya gue nggak mikirin beginian, secara udah kelas 3. Tapi... can't help. Semoga ini cuma sesaat dan nggak berlanjut. Gue sendiri aja udah ngerasa gagal komitmen sama diri sendiri untuk fokus sekolah. :(

PSS: I know this is kinda straight to the point. Let's say it's a confession, then.

#2: The Meaning of Your Tumblr's Name

http://thiagalerija.tumblr.com

Galerija is Serbian's for -- quite obvious -- gallery. I name my Tumblr 'Thia Galerija' which literally means 'Thia's Gallery'. And it is. All I do in Tumblr is just reblogging all the time. I even forget when was the last time I write a post on Tumblr by myself. So if you visit my Tumblr, all you'll see as tons of photos of all my favorite things. That's why I call it my gallery. :)

Regards.

Monday, August 16, 2010

#1: Recent Picture and Facts

Maaf itu fotonya nggak maksud nakut-nakutin, tapi saya memang suka sekali dengan mug itu. Yeah!

Lanjut aja lah ke 15 fakta aneh saya:

1. Nama belakang gue, 'Sunarso' (yang bahkan lebih famous daripada nama depan gue sendiri), sebenernya nggak tertera di akta kelahiran. Nama bokap sengaja gue tambahkan semenjak gue kelas 6 SD, gara-gara maunya sok keren punya nama keluarga (hahaha namanya juga anak SD). Dan ternyata itu diikuti oleh kedua adik gue sehingga muncul lah username klan Sunarso di Twitter. (@thiasunarso, @ajengsunarso dan @raisasunarso -- sekalian promosi hehehe.)

2. Gue benci buah melon, nggak suka blewah dan timun suri, dan jangan tanya gue kenapa. Hanya Tuhan yang tahu. Pokoknya gue gak suka, titik.

3. Tinggi badan gue nggak nambah-nambah semenjak kelas 1 SMP. Gue mentok di 154 cm.

4. Gue kecanduan kopi dengan tingkat yang sungguh mengkhawatirkan. Gue udah dua kali masuk RS gara-gara kebanyakan ngopi, dan sayangnya untuk bisa sembuh dari kecanduan itu sulit sekali.

5. Gue bukan orang Sunda. Gue Palembang-Jawa tulen (walaupun kata ortu ada sedikit campuran Cina-Arab -- entah benar atau tidak). Karena 15 tahun tinggal di Bogor lah, yang membuat gue lumayan fasih berbahasa Sunda walaupun yang kasar.

6. Gue suka main piano, tapi gue memutuskan untuk berhenti les. Kenapa? Karena gue nggak suka baca partitur lagu, terlalu stressful dan gak bebas. Gue lebih suka main lagu berdasarkan pendengaran gue.

7. Sampe gue kelas 1 SMP, gue kayak cowok banget. Manjat pohon, balapan sepeda, main lumpur, adu penalti bola, begadang main catur/monopoli di post siskamling... semuanya gue lakonin barengan tetangga-tetangga gue yang notabenenya, cowok semua.

8. Gue takut api dan kesetrum listrik. Jangan suruh gue buat nyalain korek api atau ngurusin kabel-kabel, karena pasti gue langsung kabur duluan. -.-

9. Kata nyokap, waktu kecil gue hiperaktif abis (well, sampe sekarang juga iya, sih). Gue pernah keliling-keliling bawa buah-buahan sambil teriak-teriak megang mic waktu pengajian keluarga. -.- Umur gue sekitar 3 atau 4 tahun saat itu.

10. Gue nggak bisa bersiul dan selalu amazed sama orang yang bisa. Gimana caranya gitu, bisa keluar nada dari mulut yang dimonyongkan doang?

11. Kata bokap, andaikan gue lahir sebagai anak laki-laki, gue bakal dikasih nama Bisma (BiSma loh ya, bukan Bima), tokoh wayang kesukaan bokap. Apa mau dikata, ternyata gue tiga bersaudara malah cewek semua. Akhirnya, nama Bisma itu dipakai oleh sepupu gue yang begitu lahir langsung dikasih nama sama bokap. :)

12. Gue punya banyak alergi. Gue alergi kerang, rajungan, debu dan cuaca. Kalau lagi kerja bakti, gue selalu dapet bagian yang nyuci-nyuci, pokoknya yang basah-basah deh. Soalnya kalo kena debu sedikit gue bakalan langsung bersin-bersin dan kulit gue langsung muncul bintik-bintik.

13. Apa yang lo liat di gue sehari-hari, itu nggak mencerminkan gue sebenernya. In fact, gue yang sesungguhnya nggak sehiperaktif itu, nggak seceria itu, dan nggak seheboh itu. Gue tipikal orang yang pemikir dan serius. Nggak percaya? Liat aja random tweet gue di Twitter -- itulah isi kepala gue sehari-hari. Pada ngelawak nggak tuh, isinya?

14. Kalau gue lagi ngomong, suara gue emang terdengar sangat nyaring dan cempreng. Tapi jangan salah, kalau nyanyi suara gue justru tebal dan berat. Makanya waktu di padus gue masuk suara Alto 1. Dan guess what? Kedua adik gue dan nyokap juga punya suara alto.

15. Gue suka wayang dan gamelan Jawa -- nampaknya terpengaruh sama bokap. Dan gue lumayan hafal lho, silsilah tokoh-tokoh wayang yang ribet itu. :)

Regards.

30 Days Challenge to Bring Back This Blog Alive

...sebelumnya, maaf kalau judulnya kepanjangan. -.-

Day 01- A recent picture of you, and 15 interesting facts about yourself.
Day 02- The meaning behind your Tumblr name.
Day 03- A picture of you and your friends
Day 04- A habit that you wish you didn’t have.
Day 05- A picture of somewhere you’ve been to.
Day06- A picture of you and an ex boyfriend/girlfriend/first love.
Day 07- A picture of someone/something that has the biggest impact on you.
Day 08- Short term goals for this month and why?
Day 09- Something you’re proud of in the past few days.
Day 10- A picture of something that describes/relates to your life.
Day 11- Another picture of you and your friends.
Day 12- How you found out about Tumblr and why you made one.
Day 13- A letter to someone who has hurt you recently.
Day 14- A picture of you and your family.
Day 15- A song that relates to your life.
Day 16- Another picture of yourself.
Day 17- Someone you would want to switch lives with for one day and why?
Day 18- Plans/dreams/goals you have.
Day 19- Nicknames you have; why do you have them.
Day 20- Someone you see yourself marrying/being with in the future.
Day 21- A picture of something that makes you happy.
Day 22- What makes you different from everyone else.
Day 23- Something you crave for a lot.
Day 24- A letter to your parents.
Day 25- What I would find in your bag.
Day 26- What you think about your friends.
Day 27- Why are you doing this 30 day challenge.
Day 28- A picture of you last year and now, how have you changed since then?
Day 29- In this past month, what have you learned
Day 30- Who are you?

Bismillahirrahmanirrahim!

Friday, July 30, 2010

Saya Sudah Kelas 3

...dan saya lagi males-malesnya ngeblog. Maaf kalo nyaris sebulan ini ga ada post baru, maklum emang lagi males online di komputer hehehe.